Laga final kemarin merupakan laga yang paling mengundang banyak emosi. Tentu saja rakyat Indonesia berharap mendapatkan emas dan mengembalikan citra dan harga diri bangsa di mata Malaysia. Kita tahu selalu ada masalah dan perseteruan di antara kedua negara tersebut. Saya sendiri saja sempat termakan omongan berita-berita yang mengetengahkan konflik baik itu di perbatasan atau pun pencaplokan yang katanya dilakukan Malaysia secara perlahan.
Skor 4-5 bagi Indonesia merupakan kekalahan mendalam karena Indonesia gagal menggenggam Emas di Sea Games Jakarta-Palembang kali ini setelah terakhir kali Indonesia juara di Sea Games yang telah lalu (tahunnya saya lupa hehe). Namun itu bukan akhir segalanya, memang Malaysia selalu unggul dari Indonesia. Teknik permainan yang dilakukan Malaysia lebih solid. Tetapi Garuda Muda sudah bagus dan maksimal kali ini, saya optimis dan semoga Garuda Muda bisa menjadi generasi berikutnya untuk menjadi tim senior Garuda.
Kamis, 24 November 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
Masih ada "Sumpah Pemuda?"
Laptop kunyalakan, lalu membuka browser dan melahap beberapa berita di situs-situs yang membahasa mengenai Pulau Komodo. Menilik dari konten setiap situs-situs tersebut, saya tertarik melahap berita yang menurutku sangat menarik, di Kompasiana.
Kamis, 09 Juni 2011
Di antara Aku dan Lainnya
Malam melarut, entah sampai kapan aku bertahan untuk tidak menutup mata. Sepertinya bintang bersedia menemaniku, dan tentu saja bulan ikut memberikan kehangatan kepada kami, aku dan bintang. Terkadang aku berpikir bahwa aku tidak seperti orang lain yang terlihat senang atau pun bahagia dengan kehidupannya. Tidak terlintas sedikit pun sedih di wajahnya. Ataukah hanya pandanganku saja yang tidak peka.
Memang semua makhluk telah diberikan dan ditentukan rezekinya masing-masing. Tetapi kenapa aku belum juga merasa tentram, bahagia, dan belum juga bisa menikmati kehidupanku. Semuanya itu ada sebabnya, apa yang kudapatkan sekarang masih belum mencukupi keinginanku.
Aku terus berusaha dan semaksimal mungkin untuk meraihya, setiap ada kesempatan akan kujaring dan kulahap walaupun tidak semuanya memuaskan. Kadang kala aku mengeluh, dan dengan segera aku beristigfar. Aku harus bersyukur dengan apa yang kudapat. Ya, bersyukur adalah kunci untuk membuka pintu-pintu lainnya menuju kesuksesan dalam hidup atau pun dalam hal pekerjaan.
Point-point planning hidupku telah kutuliskan dalam sebuah catatan kecil, aku akan selalu men-tracking-nya jika ada progress. Sekarang umurku menjadi jaminan untuk semua point yang kutulis itu. Aku berharap apa yang kuprioritaskan dalam hidup bisa kuraih untuk masa depanku.
"Man Jadda Wa Jadda"
Barang siapa yang bersungguh-sungguh, akan mendapatkannya.
(09/06/2011, Bumi Patra, Indramayu)
Langganan:
Postingan (Atom)