Kamis, 22 Desember 2011

Lonely

Langit menggelap, hari ini tak ada kerlipan yang berpijar terang. Karena mendung, aku tak bisa melihatnya. Aku termangu menunggu kehadirannya, selalu.


“Kamu tahu?” Tanyaku kepada diri sendiri sambil memandangi atap langit. “Dadaku sakit kalau ada orang lain yang menghunjamkan sebatang jarum, tapi itu bukan jarum biasa. Diujung batangnya dilapisi cairan putih dan katanya itu adalah racun.”


“Racun apa?” Tanyaku kembali pada diri sendiri.



“Tidak tahu, tapi rasanya seperti terbakar saat racun itu menguasai dadaku.”  Kini suara kodok yang menyahut, mengeram di balik bebatuan lembab. Aku memerhatikannya. Sepertinya kodok itu menikmati suasana malam ini, ya karena di sampingnya ada kodok betina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kunjungi selalu http://dindingmenulisonline-getaufan.blogspot.com

Ada kesalahan di dalam gadget ini